Selasa, 10 Juni 2014



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latarbelakang Masalah
Pendidikan sekarang merupakan salah satu kebutuhan bagi manusia. Dalam keseluruhan proses pendidikan  disekolah. Kegiatan belajar merupakan kegiatan paling pokok, berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. Ada yang berpendapat bahwa belajar merupakan suatu kegiatan sejumlah fakta-fakta. Sejalan dengan pendapat diatas bahwa belajar  akan ditandai dengan banyaknya fakta-fakta yang dapat dihapal.
 Guru yang berpendapat demikian akan merasa puas jika siswa-siswa telah sanggup menghapal sejumlah fakta diluar kepala. Pendapat lain mengatakan bahwa belajar adalah sama saja dengan latihan sehingga hasil belajar akan kelihatan melalui suatu keterampilan-keterampilan yang dapat dihasilkan atau diciptakan oleh siswa-siswa dari hasil yang diperoleh dari suatu pola tingkah laku yang diperoleh otomatis.Seperti seorang siswa mahir dalam bidang studi tertentu.
 Pandangan seseorang tentang belajar juga akan mempengaruhi tindakan-tindakan seseorang bertingkah laku. Oleh sebab itu penulis mendapatkan permasalahan apakah keberagaman teori dalam belajar mempengaruhi dampak bagi siswa baik dari segi kognitif, apektif, dan psikomotor

.1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latarbelakang masalah diatas , maka penulis mengajukan beberapa permasalahan:
1.      .Apakah yang dimaksud dengan belajar
2.      Apa-apa saja teori-teori belajar yang dapat mendukung siswa dalam belajar
3.       Apa dampak bagi siswa terhadap keberagaman teori belajar dalam ranah kognitif, apektif, psikomotor.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Apa yang dimaksud dengan belajar.
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh sesorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sehingga hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Belajar dapat merubah pola tingkah laku :
a.         Perubahan tingkah laku secara sadar
Berarti seseorang yang belajar akan menyadari akan terjadinya perubahan sekurang-kurangnya telah terjadi adannya perubahan dalam dirinya. Misalnya ia menyadari bahwa pengetahuan bertambah, kecakapan bertambah, kebiasaan bertambah
b.         Belajar bersipat kontinu dan fungsional
Sebagai hasil belajar, perubahan yang terjadi pada diri seseorang berlangsung seca berkesinambungan, tidak statis. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan atau proses belajar berikutnya.
c.       Perubahan  dalam belajar bersifat positif dan aktif
Dalam perubahan belajar, perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian makin banyak usaha belajar dilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan yang diperoleh. Perubahan bersifat aktif artinya perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan karena usaha individu itu sendiri.
d.        Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara
Perubahan bersifat sementara terjadi hanya untuk beberapa saat saja. Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen. Ini berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap. Contoh kecakapan seseorang main piano setelah belajar.
e.         Perubahan dalam belajar bertujuan terarah
Berarti perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang dicapai perubahan terarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari.
f.   Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku.
Perubahan yang diperoleh seseorang setelah melalaui proses belajar meliputi keseluruhan tingkah laku jika seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan dan pengetahuan. Sedangkan belajar menurut Gage (1984), belajar dapat didifinisikan sebagai suatu proses dimana sebagai suatu organisma berubah perilakunya sebagai akibad dari pengalaman.
1.      Perubahan prilaku
Gagasan belajar menyangkut perubahan dalam suatu organisma, berarti belajar membutuhkan waktu untuk mengukur belajar, membandingkan cara organisma itu berperilaku pada waktu 1dengan cara organisme berperilaki pada waktu 2 dalam suasana serupa.
2.      Perilaku terbuka
Perilaku terbuka disini disebabkan karena adanya perubahan-perubahan perilaku yang telah terjadi. Perilaku terbuka merupakan suatu tindakan untuk menyimpulkan apa yang terjadi dalam pikiran seseorang.
3.      Belajar dari pengalaman.
Komponen ini belajar dari pengalaman perubahan perilaku yang dapat dianggap mewakili belajar. Biasanya batasan ini memperhatikan penyebab-penyebab perubahan perilaku yang tidak dapat dianggap sebagai hasil dari pengalaman.
4.      Belajar dari kematangan
Perubahan perilaku yang disebabkan kematangan terjadi bila perilaku disebabkan oleh perubahan-perubahan yang berlangsung dalam proses pertumbuhan dan pengembangan dari organisme secara psikologis. Kematangan manusia umumnya disebabkan dari belajar . Dan suatu kematangan tertentu merupakan prasyarat belajar




2.2  Permasalahan kedua apa-apa saja teori-teori belajar
Teori-teori belajar mulai dikembangkan sebelum abad ke- 20 dan teori-teori belajar yang dikembangkan selama abad ke-20 sekedar untuk memberikan pandangan yang sedikit merupakan pandangan historis. Dibawah ini ada beberapa mengenai teori-teori belajar.


1.      Teori Gestalt
Teori ini dikemukan oleh KOFFKA dan KOHLER dari jerman. Belajar yang penting adalah adanya penyesuaian pertama yaitu memperoleh respon yang tepat untuk memecahkan problem yang dihadapi. Belajar yang penting bukan mengulang hal-hal yang harus dipelajari, tetapi mengerti atau memperoleh Insight.
Prinsip belajar menurutteori gestalt.
a.       Belajar berdasarkan keseluruhan
Orang berusaha menghubungkan suatu pelajaran dengan pelajaran yang lain sebanyak mungkin.
b.      Belajar adalah suatu proses perkembangan.
Anak-anak baru dapat mempelajari dan merencanakan bila ia telah matang untuk menerima bahan pelajaran itu. Manusia sebagai orgasme yang berkembang. Kesedian mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan jiwa batiniah, tetapi juga perkembangan karena lingkungan dan pengalaman.
c.       Siswa sebagai orgasme keseluruhan
Siswa dalam belajar tak hanya inteleknya saja tetapi juga emosional dan jasmaninya. Dalam pengajaran modern guru di samping mengajar juga mendidik untuk membentuk pribadi siswa.
d.      Terjadi transper
Belajar pada pokoknya yang terpenting pada penyesuaian pertama adalah memperoleh response yang tepat. Mudah atau sukarnya probelm itu terutama adalah masalah pengamatan. Bila dalam suatu kemampuan telah dikuasai betul-betul maka dapat dipindahkan untuk kemampuan yang lain.
e.       Belajar adalah reorganesasi pengalaman.
Pengalaman adalah suatu interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Misalnya anak kena api pengalaman bagi anak. Jadi belajar itu muncul apabila seseorang menemukan situasi yang baru.
f.       Belajar harus dengan insight
Insight adalah suatu saat dalam proses belajar dimana seseorang melihat pengertian tentang sangkut paut dan hubungan-hubungan tertentu dalam unsur-unsur yang mengandung suatu problem.
g.      Belajar lebih berhasil bila dengan minat, keinginan dan tujuan siswa . Hal ini terjadi bila banyak berhubungan dengan apa yang diperlukan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
h.      Belajar berlangsung terus menerus.
Siswa memperoleh pengrtisn tak hanya disekolah tetapi juga diluar sekolah, dalam pergaulanmemperoleh pengalaman sendiri-sendiri oleh karena itu harus bekerja sama dengan orang tua dirumah, masyarakat agar turut membantu perkembangan siswa.
2.      Teori belajar menurut J. Bruner
Kata bruner belajar tidak untuk mengubah tingkah laku tetapi untuk mengubah kurikulum sekolah sedemikian rupa. Sebab bruner mempunyai pendapat,alangkah baiknya sekolah dapat menyediakan kesempatan pada siswa untuk maju dengan cepat, Siswa dengan kemampuan siswa dalam mata pelajaran tertentu. Dalam tiap-tiap lingkungan selalu ada macam-macam masalah, hubungan hambatan yang dihayati oleh siswa secara berbeda-beda pada usia yang berbeda pula.’ Dalam lingkungan banyak dapat dipelajari dan dapat digolongkan menjadi:
a.       Enactive
Seperti belajar naik sepeda, yang harus didahului dengan bermacam-macam keterampilan motorik.
b.      Iconik
Seperti mengenal jalan yang menuju kepasar dan mengingat bukunya yang penting diletakan.
c.       Symbolik
Seperti kata-kata untuk menggunaka pormula
 belajar guru perlu memperhatikan 4 hal :
-          Mengusahakan agar setiap siswa berpartisifasi aktif, minatnya perlu ditingkatkan, kemudian perlu dibimbing untuk mencapai tujuan tertentu.
-          Menganalis struktur materi yang akan diajarkan, dan perlu disajikan secara sederhana sehingga mudah dimengeri oleh siswa.
-          Menganalisis Sequence. Guru mengajar berarti membimbing siswa melalaui urutan-urutan pertanyaandari suatu masalah, sehingga siswa memperoleh pengertian dan dapat mentransper apa yang sedang dipelajari.
-          Memberikan reinforcement dan unpan balik penguatan yang optimal terjadi pada waktu siswa mengetahui bahwa ia menemukan jawabannya.
3.      Teori belajar piaget
Pendapat piaget mengenai perkembangan proses belajar pada anak adalah sebagai berikut
a.       Anak mempunyai struktur mental yang berbeda dengan orang dewasa. Mereka mempunyai cara yang khas untuk menyatakan kenyataan dan untuk menghayati dunia sekitarnya. Maka memerlukan pelayanan sendiri dalam belajar.
b.      Perkembangan mental pada anak melalui tahap-tahap tertentu menuntut suatu urutan  yang sama pada semua anak.
c.       Walaupun berlangsungnya tahap-tahap perkembangan melalui suatu urutan tertentu tetapi jangka waktu untuk berlatih dari suatu tahap yang lain tidaklah selalu sama pada setiap anak.
d.      Perkembangan anak dipengaruhi 4 faktor yaitu
-  Kemasan
- Pengalaman
- Interaksi sosial
- equalibratian ( proses dari ketigafaktor diatas bersama-sama merubah dan memperbaiki struktur mental)
e.  Ada 3tahapperubahan
1. Berfikir Intuitif umur 4 tahun
2. Beroperasi secara kongkrit umur 7 tahun
.3.Beroperasi secara formal 11 tahun
4.      Teori dari R. Gagne
Terhadap masalah belajar gagne memberikan dua definisi, yaitu:
1.      Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, kebiasaan, dan tingkah laku
2.      Belajar adalah pengusaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi
Kesanggupan untuk menggunakan bahasa ini penting artinya untuk belajar. Tugas pertama yang dilakaukan anak ialah meneruskan sosialisasi dengan anak lain, atau orang dewasa, tanpa pertentangan bahwa untuk membantu memenuhi kebutuhan.
Tugas kedua belajar menggunakan simbsol-simbol yang menyatakan keadaan sekelingnya, seperti gambar, hurup, angka, diagram dan lain-lain. Gagne mengatakan bahwa segala sesuatu yang dipelajari oleh manusia dapat dibagi 5 kategori
1.      Keterampilan motorik ( motor skill )
Dalam hal ini perlu adanya koordinasi dari berbagai gerakan badan misalnya melempar bola, main tenis, mengemudi mobil, mengetik hurup.
2 . Informasi verbal
Orang dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar, dalam hal dapat dimengeri bahwa untuk mengatakan sesuatu perlu intelegensi
3.      Kemempuan intelektual
Manusia mengadakan interaksi dengan dunia luar dengan menggunakan simbol-simbol. Kemampuan belajar inilah yang disebut kemamapuan intelektual
4.      Stretegi kognitif
Ini merupakan organesasi keterampilan yang internal yang perlu untuk belajar mengingat dan berpikir. Kemampuan ini berbeda dengan kemampuan intelektual,  karena ditunjukan ke dunia luar, dan tidak dapat dipelajari hanya dengan berbuat satu kali serta memerlukan perbaikan-perbaikan secara terus menerus
5.      Sikap
Kemampuan ini dapat dipelajari dengan ulangan -ulangan, tidak tergantung atau pengaruhui oleh hubungan verbal seperti halnya domain yang lain.Sikap ini penting dalam proses belajar, tanpa kemampuan ini belajar tak berhasil dengan baik
6.      Purposeful Learning
Purposeful Learning adalah belajar yang dilakukan dengan sadar untuk mencapai tujuan dan yang
a.       Dilakukan siswa sendiri tanpa perintah atau bimbingan oeang lain
b.      Dilakaukansiswa dengan bimbingan orang lain didalam situasi belajar mengajar disekolah
7.      Belajar dengan jalan mengamati dan  meniru
Menurut bandura dan walters, tingkah laku baru dikuasai atau dipelari mula-mula dengan mengamati dan meniru suatu model atau contoh

a.       Model yang ditiru
Model yang diamati dan ditiru siswa dapat digolongkan menjadi:
-          Kehidupan yang nyata
Misalnya orang tua dirumah, guru disekolah, dan orang lain dalam masyarakat
-          Simbolik
Termasuk dalam golongan ini adalah model yang dipersentasikan secara lisan, tertulis atau dalam bentuk gambar.
-          Representasional
Termasuk dalam golongan ini adalah model yang dipersentasikan dengan menggunakan alat-alat audiovisual, terutama televisi dan video
b.      Pengaruh meniru
Menurut badura dan walters, penguasaan tingkah laku atau respon baru, pertama-tama adalah hasil dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam waktu yang bersama yang diamati. Kuat dan lemahnya response itu tergantung pada penguatan. Menurut teori ini, yang penting adalah bagaimanaresponse ini mula-mula dipelajari.
c.       Beberapa faktor yang mempangaruhi peniruan
1.      Konsekuensi dari response yang dilakakukan
2.      Sifat-sifat siswa
-  Siswa yang suka meniru biasanya adalah yang
-  Mempunyai rasa kurang harga diri
-  Kurang kemampuan
- Mereka mempunyai sifat-sifat yang sama seperti dalam model, berada dalam suasana perasaan tertentu karena tekanan dari luar atau karena obat
3.   Melupakan respon yang ditiru
Bandura dan walters lebih tertarik perhatiannya pada peniadaan tingkah laku yang tak baik daripada memperlemeh tingkahlaku yang baik. Beberapa cara untuk meniadakan response itu adalah:
a.       Tidak memberi hadiah atas suatu response
b.      Menghilangkan penguatan yang positif
c.       Menggunakan perangsang yang tidak menyenangkan, misalnya hukuman
d.      Belajar berkondisi
5.      Penerapannya disekolah
a.Tingkah laku sosial dapat dipelajari dengan jalan mengamati dan meniru
b. Tingkahlaku psikomotor dapat dipelajari dengan jalan mengamati dan meniru
c.Perkembangan keterampilan vokal, misalnya menyanyi, berbicara

8.  Belajar yang bermakna
     Ada dua demensi dalam tife-tife belajar
      -  Dimensi meniru
      -  Dimensi menghapal
2.3.  Dampak keberagaman teori belajar terhadap faktor kognitif, apektif
    3.1 Faktor Kognitif
1)      Persepsi
Proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia. Persepsi dasar tetang persepsi yang perlu diketahui seorang guru dapat mengetahui siswanya secara bebas baik dengan menjadi komunikator yang efektif.
a.       Persepsi itu relatif bukan absolut
Manusia bukanlah instrumen ilmiah yang mampu menyerap segala sesuatu keadanya . Berdasakan kenyataan bahwa persepsi itu relatif, seorang guru dapat meramalkan dengan lebih baik peraepsi dari siswanya, lebih dahulu persepsi yang telah mulai dari siswa dari pelajaran sebelumnya.
b.      Persepsi ituselektif
Berarti bahwa rangsangan seseorang menerima rangsangan terbatas
c.       Persepsi itu mempunyai tatanan
Orang menerima rangsangan itu tidak semua orang ia akan menerimanya dalam bentuk hubungan atau kelompok
d.      Persepsi dipengaruhi oleh harapan dan kesiapan ( penerima rangsangan ). Harapan dan kesiapan pesan tersebut akan dipresentasikan
e.       Persepsi seseorang atau kelompok dapat jauh berbeda dengan persepsi orang atau kelompok lain sekaligus situasinya sama
2)      Perhatian
Perhatian adalah kegiatan yang dilakaukan seseorang dalam hubungannya dalam pemilihan rangsangan yang diatas dari lingkungannya.
Beberapa prinsip penting yang berkaitan dengan perhatian
a.       Perhatian yang baru, hal yang berlawanan dengan pengalaman yang baru, deperoleh dengaan pengalaman yang didapat selama hidupnya
b.      Perhatian seseorang tetapi dan tetap berada dan diarahakan atau tertuju pada halyang dirumit,selama komunitas tersebut tidak melampui bebas kemampuan orang lain
3)      Mendengarkan
Hampir separo dari waktu siswa berada di sekolah dipergunakan untuk mendengarkan. Seorang guru harus dapat mengajarkan kebiasaan dengan mendengarkan dengan baik, diantaranya:
1.         Memusatkan semua kekuatan fisik dan mental untuk mendengar
2.         Menahan diri untuk tidak menyela pembicaraan
3.         Menunjukan minat dan kesiapa
4.         Mencari bidang yang bersama dengan pembicaraa
5.         Mencari arti dan menghindari diri terpancing pada kata-kata tertentu
6.         Tunjukan kesabaran, karena mendengar lebih cepat dari berbicara
7.         Menahan diri untuk memberikan tanggapan emosional terhadap hal yang dibicarakan
8.         Bertanya kalau tidak mengerti
9.         Tidak membuat penilaian sebelum pembicaraan selesai menyajikan uraiannya dan kita mengeri materi yang dibicarakan
10.     Berikan umpan balik yang jelas tidak meragukan pembicaraan
4)      Ingatan
Ingatan adalah penarikan kembali informasi yang pernah diperoleh sebelumnya. Informasi yang ditiru dapat disimpan untuk:
-          Beberapa saat saja
-          Beberapa waktu
-          Jangka waktu yang tidak terbatas


5)      Kesiapan
Pengertian kesiapan adapah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberikan respon atau jawaban dengan cara tertentu terhdap situasi. Kondisi mencakup setidaknya  3 aspek:
-          Kondisi fisik, mental, dan emosi
-          Kebutuhan motif dan tujuan
-          Keterampilan, pengetahuandan pengertian yng lain yang dipeljari
6)      Struktur kognif
Pengertian struktur kognitif merupkan substasi serta sifat organesasi konsep-konsep serta hal yang kurang relevan . Didalam struktur kognitif yang mempengaruhi belajar dan pengingat unit kecil mata pelajaran baru yang berhubungan.
7)      Intelegensi
Vernon (1960) Intelegensi kemampuan untuk melihat hubungan yang relevan dari objek, gagasan, serta kemampuan untuknmenerapkan hubungan ini kedalam situasi baru yang serupa. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan intelektual:
-          Keturunan
-          Latarbelakang
-          Kondisi fisik
-          Iklim emosi
8)      Kreatifitas
Kreativitas adalah hasil belajar dari kecakapan kognitif sehingga untuk meunnjadi kreatif dapat dipelajari melalaui proses belajar mengajar  menurut Sund ciri manusia kreativ:
-          Hasrat dan keinginan yang cukup besar
-          Bersikap terbuka terhadap pengalaman yang baru
-          Panjang akal
-          Keinginan untuk menemukan dan meneliti
-          Cendrung lebih menyukai tugas yang besar dan sulit
-          Cendrung mencari jalan yang luas dan memuaskan
-          Kreatif dalam melaksanakan tugas
-          Berfikir fleksibel
-          Menanggapi pertanyaan yang ditujukan serta cendrung memberikan jawaban yang lebih banyak
  3.2 Mempengaruhi krakteristik apektif siswa
1. Motivasi kebutuhan
Kebutuhan memotivasi tingkahlaku dibagi oleh moslow dalam 7 kategori
a.       Fsikologi
Kebutuhan manusia yang paling dasar, meliputi kebutuhan akan makan, pakaian,, tempat berlindung, yang penting untuk mempertahankan diri.
b.      Rasa aman
Kebutuhan kepastian keadaan dan lingkungan yang dapat diramalkan, ketidakpastian, ketidak adilan, keterencanaan, akan menimbulkan kecemasan dan ketakutan pada diri individu
c.       Rasa cinta
Merupakan kebutuhan afeksi dan pertalian orang lain
d.      Penghargaan
Kebutuhan rasa berguna, penting, dihargai, dikagumi, dihormati oleh orang lain, secara tidak langsung merupakan kebutuhan perhatian, ketenarn, status, martabad dan lain-lain
e.       Aktualisasi
Kebutuhan manusia untuk mengembangkan diri sepenuhnya, merealisasikan potensi yang dimiliki
f.       Mengetahui dan mengerti
Kebutuhan manusia untuk memuaskan rasa ingin tahunya untuk mendapatkan keterangan untuk mengerti sesuatu

2.    Membangkitkan motivasi belajar
Dececco dan Grauford menunjukan 4 fungsi pengajaran:
a.       Menggairahkan siswa
Pengajaran harus beusaha menghindari hal-hal monoton dan membosankan
b.      Memberikan harapan realistis
Guru harus memelihara harapan yang realistis, dan memodifikasi harapan yang kurang atau tidak realistis
c.       Memberikan insentif
Bila siswa mengalami keberhasilan, pengajaran diharapkan memberikan hadiah pada siswa atas keberhasilannya, sehingga siswa terdorong untuk melakukan lebih lanjut
d.      Mengarahkan
Gage (1979) Menyarankan beberapa cara memotivasi siswa:
-          Penggunaan pujian verbal
-          Penggunaaan tes dalam nilai secara bijaksana
-          Bangkitkan rasa ingin tahu siswa
-          Perhatian
-          Merangsang hasrat siswa
-          Pergunakan materi-materi yang sudah dikenal
-          Terapkan konsep-konsep
-          Penguatan kepada siswa
-          Pergunakan simulus dan permainan
-          Perkecil daya sistem motivasi yang bertentangan
-          Perkecil konsekwensi yang tidak menyenangkan
-          Memahami dan mengawasi suasana sosial
-          Memahami kekuasaan hubungan guru dengan siswa

3.            Minat
Minat adalah Suatu rasa lebih suka dan rasa keterkaitan pada suatu hal dan aktivitas tanpa ada yang menyuruh
4.             Konsep diri dan aspirasi
 Konsep diri adalah persepsi keseluruhan yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri
5.             Kecemasan
Rasa cemas besar pengaruh pada tingkah laku siswa. Sarason membuktikan bahwa tingkat kecemasa yang tinggi tidak berprestasi dibandingkan dengan tingkat kecemasan siswa rendah
6.             Sikap                                                                                              
Faktor lain yang mempangruhi siswa adalah sikap. Sikap merupakan suatu yang dipelajari, dan menetukan bagaimana   individu itu berkreasi terhadap sit


                                                       BAB III
                                                  KESIMPILAN

3.1 Kesimpulan
           Dari pembahasan diatas maka penulis dapat menyimpulkan
1.       Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh sesama untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sehingga hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
2.      Teori belajar
a.       Teori Gestalt
b.      Teori J.Bruner
c.       Teori Piaget
d.      Teori R. Gagne
3.      Dampak keragaman teori belajar
a.       Kognitif
-          Persepsi
-          Perhatian
-          Mendengarkan
-          Ingatan
-          Kesiapan
-          Struktur kognitif
-          Itelegensi
-          Kreatifitas
b.      Afektif
-          Motivasi kebutuhan
-          Membangkitkan motivasi belajar
-          Minat
-          Kesiapan diri dan aspirasi
-          Kecemasan
-          Sikap
















DAFTAR PUSTAKA

1.       Ratna wilis dahar. 2011. Teori-teori belajar dan pembelajaran. Jakarta : Erlangga
2.       Undang- undang  Nomor 22  tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional







































               DAFTAR ISI


I.                    PENDAHULUAN
1.1   Latarbelakang Masalah.................................................................. 1
1.2   Rumusan masalah.............................................................................1


II.                  PEMBAHASAN
2.1   Pengertian belajar.............................................................................2
2.2   Teori-teori belajar..............................................................................4
2.3   Dampak keberagaman teori belajar terhadap kognitif, afektif.........9


III.                KESIMPULAN
IV.                3.1. Kesimpulan......................................................................................15