BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latarbelakang
Masalah
Pendidikan sekarang merupakan salah satu
kebutuhan bagi manusia. Dalam keseluruhan proses pendidikan disekolah. Kegiatan belajar merupakan
kegiatan paling pokok, berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan
pendidikan banyak tergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh
siswa sebagai anak didik. Ada yang berpendapat bahwa belajar merupakan suatu
kegiatan sejumlah fakta-fakta. Sejalan dengan pendapat diatas bahwa
belajar akan ditandai dengan banyaknya
fakta-fakta yang dapat dihapal.
Guru yang berpendapat demikian akan merasa puas
jika siswa-siswa telah sanggup menghapal sejumlah fakta diluar kepala. Pendapat
lain mengatakan bahwa belajar adalah sama saja dengan latihan sehingga hasil
belajar akan kelihatan melalui suatu keterampilan-keterampilan yang dapat
dihasilkan atau diciptakan oleh siswa-siswa dari hasil yang diperoleh dari
suatu pola tingkah laku yang diperoleh otomatis.Seperti seorang siswa mahir
dalam bidang studi tertentu.
Pandangan seseorang tentang belajar juga akan
mempengaruhi tindakan-tindakan seseorang bertingkah laku. Oleh sebab itu
penulis mendapatkan permasalahan apakah keberagaman teori dalam belajar
mempengaruhi dampak bagi siswa baik dari segi kognitif, apektif, dan psikomotor
.1.2.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
dari latarbelakang masalah diatas , maka penulis mengajukan beberapa
permasalahan:
1. .Apakah
yang dimaksud dengan belajar
2. Apa-apa
saja teori-teori belajar yang dapat mendukung siswa dalam belajar
3. Apa dampak bagi siswa terhadap keberagaman
teori belajar dalam ranah kognitif, apektif, psikomotor.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Apa yang dimaksud dengan belajar.
Belajar
adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh sesorang untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sehingga hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Belajar
dapat merubah pola tingkah laku :
a.
Perubahan tingkah laku secara sadar
Berarti seseorang yang belajar akan
menyadari akan terjadinya perubahan sekurang-kurangnya telah terjadi adannya
perubahan dalam dirinya. Misalnya ia menyadari bahwa pengetahuan bertambah,
kecakapan bertambah, kebiasaan bertambah
b.
Belajar bersipat kontinu dan fungsional
Sebagai hasil belajar, perubahan yang
terjadi pada diri seseorang berlangsung seca berkesinambungan, tidak statis.
Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan
berguna bagi kehidupan atau proses belajar berikutnya.
c.
Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
Dalam
perubahan belajar, perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju
untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian makin
banyak usaha belajar dilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan yang
diperoleh. Perubahan bersifat aktif artinya perubahan itu tidak terjadi dengan
sendirinya melainkan karena usaha individu itu sendiri.
d.
Perubahan dalam belajar bukan bersifat
sementara
Perubahan
bersifat sementara terjadi hanya untuk beberapa saat saja. Perubahan yang
terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen. Ini berarti bahwa
tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap. Contoh
kecakapan seseorang main piano setelah belajar.
e.
Perubahan dalam belajar bertujuan terarah
Berarti perubahan tingkah laku itu
terjadi karena ada tujuan yang dicapai perubahan terarah kepada perubahan
tingkah laku yang benar-benar disadari.
f. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah
laku.
Perubahan yang diperoleh seseorang
setelah melalaui proses belajar meliputi keseluruhan tingkah laku jika
seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah
laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan dan pengetahuan. Sedangkan
belajar menurut Gage (1984), belajar dapat didifinisikan sebagai suatu proses
dimana sebagai suatu organisma berubah perilakunya sebagai akibad dari
pengalaman.
1.
Perubahan prilaku
Gagasan
belajar menyangkut perubahan dalam suatu organisma, berarti belajar membutuhkan
waktu untuk mengukur belajar, membandingkan cara organisma itu berperilaku pada
waktu 1dengan cara organisme berperilaki pada waktu 2 dalam suasana serupa.
2.
Perilaku terbuka
Perilaku
terbuka disini disebabkan karena adanya perubahan-perubahan perilaku yang telah
terjadi. Perilaku terbuka merupakan suatu tindakan untuk menyimpulkan apa yang terjadi
dalam pikiran seseorang.
3. Belajar
dari pengalaman.
Komponen ini belajar dari
pengalaman perubahan perilaku yang dapat dianggap mewakili belajar. Biasanya
batasan ini memperhatikan penyebab-penyebab perubahan perilaku yang tidak dapat
dianggap sebagai hasil dari pengalaman.
4.
Belajar dari kematangan
Perubahan
perilaku yang disebabkan kematangan terjadi bila perilaku disebabkan oleh perubahan-perubahan
yang berlangsung dalam proses pertumbuhan dan pengembangan dari organisme
secara psikologis. Kematangan manusia umumnya disebabkan dari belajar . Dan
suatu kematangan tertentu merupakan prasyarat belajar
2.2 Permasalahan kedua apa-apa saja teori-teori
belajar
Teori-teori belajar mulai dikembangkan sebelum abad
ke- 20 dan teori-teori belajar yang dikembangkan selama abad ke-20 sekedar
untuk memberikan pandangan yang sedikit merupakan pandangan historis. Dibawah
ini ada beberapa mengenai teori-teori belajar.
1.
Teori Gestalt
Teori
ini dikemukan oleh KOFFKA dan KOHLER dari jerman. Belajar yang penting adalah
adanya penyesuaian pertama yaitu memperoleh respon yang tepat untuk memecahkan
problem yang dihadapi. Belajar yang penting bukan mengulang hal-hal yang harus
dipelajari, tetapi mengerti atau memperoleh Insight.
Prinsip
belajar menurutteori gestalt.
a.
Belajar berdasarkan keseluruhan
Orang
berusaha menghubungkan suatu pelajaran dengan pelajaran yang lain sebanyak
mungkin.
b.
Belajar adalah suatu proses
perkembangan.
Anak-anak
baru dapat mempelajari dan merencanakan bila ia telah matang untuk menerima
bahan pelajaran itu. Manusia sebagai orgasme yang berkembang. Kesedian
mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan jiwa batiniah,
tetapi juga perkembangan karena lingkungan dan pengalaman.
c.
Siswa sebagai orgasme keseluruhan
Siswa
dalam belajar tak hanya inteleknya saja tetapi juga emosional dan jasmaninya.
Dalam pengajaran modern guru di samping mengajar juga mendidik untuk membentuk
pribadi siswa.
d.
Terjadi transper
Belajar
pada pokoknya yang terpenting pada penyesuaian pertama adalah memperoleh
response yang tepat. Mudah atau sukarnya probelm itu terutama adalah masalah
pengamatan. Bila dalam suatu kemampuan telah dikuasai betul-betul maka dapat
dipindahkan untuk kemampuan yang lain.
e.
Belajar adalah reorganesasi pengalaman.
Pengalaman
adalah suatu interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Misalnya anak
kena api pengalaman bagi anak. Jadi belajar itu muncul apabila seseorang
menemukan situasi yang baru.
f.
Belajar harus dengan insight
Insight
adalah suatu saat dalam proses belajar dimana seseorang melihat pengertian
tentang sangkut paut dan hubungan-hubungan tertentu dalam unsur-unsur yang
mengandung suatu problem.
g.
Belajar lebih berhasil bila dengan
minat, keinginan dan tujuan siswa . Hal ini terjadi bila banyak berhubungan
dengan apa yang diperlukan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
h.
Belajar berlangsung terus menerus.
Siswa
memperoleh pengrtisn tak hanya disekolah tetapi juga diluar sekolah, dalam
pergaulanmemperoleh pengalaman sendiri-sendiri oleh karena itu harus bekerja
sama dengan orang tua dirumah, masyarakat agar turut membantu perkembangan
siswa.
2.
Teori belajar menurut J. Bruner
Kata
bruner belajar tidak untuk mengubah tingkah laku tetapi untuk mengubah
kurikulum sekolah sedemikian rupa. Sebab bruner mempunyai pendapat,alangkah
baiknya sekolah dapat menyediakan kesempatan pada siswa untuk maju dengan
cepat, Siswa dengan kemampuan siswa dalam mata pelajaran tertentu. Dalam
tiap-tiap lingkungan selalu ada macam-macam masalah, hubungan hambatan yang
dihayati oleh siswa secara berbeda-beda pada usia yang berbeda pula.’ Dalam
lingkungan banyak dapat dipelajari dan dapat digolongkan menjadi:
a.
Enactive
Seperti
belajar naik sepeda, yang harus didahului dengan bermacam-macam keterampilan
motorik.
b.
Iconik
Seperti
mengenal jalan yang menuju kepasar dan mengingat bukunya yang penting
diletakan.
c.
Symbolik
Seperti
kata-kata untuk menggunaka pormula
belajar guru perlu memperhatikan 4 hal :
-
Mengusahakan agar setiap siswa
berpartisifasi aktif, minatnya perlu ditingkatkan, kemudian perlu dibimbing
untuk mencapai tujuan tertentu.
-
Menganalis struktur materi yang akan
diajarkan, dan perlu disajikan secara sederhana sehingga mudah dimengeri oleh
siswa.
-
Menganalisis Sequence. Guru mengajar
berarti membimbing siswa melalaui urutan-urutan pertanyaandari suatu masalah,
sehingga siswa memperoleh pengertian dan dapat mentransper apa yang sedang
dipelajari.
-
Memberikan reinforcement dan unpan balik
penguatan yang optimal terjadi pada waktu siswa mengetahui bahwa ia menemukan
jawabannya.
3.
Teori belajar piaget
Pendapat
piaget mengenai perkembangan proses belajar pada anak adalah sebagai berikut
a.
Anak mempunyai struktur mental yang
berbeda dengan orang dewasa. Mereka mempunyai cara yang khas untuk menyatakan
kenyataan dan untuk menghayati dunia sekitarnya. Maka memerlukan pelayanan
sendiri dalam belajar.
b.
Perkembangan mental pada anak melalui
tahap-tahap tertentu menuntut suatu urutan
yang sama pada semua anak.
c.
Walaupun berlangsungnya tahap-tahap
perkembangan melalui suatu urutan tertentu tetapi jangka waktu untuk berlatih
dari suatu tahap yang lain tidaklah selalu sama pada setiap anak.
d.
Perkembangan anak dipengaruhi 4 faktor
yaitu
- Kemasan
-
Pengalaman
-
Interaksi sosial
-
equalibratian ( proses dari ketigafaktor diatas bersama-sama merubah dan
memperbaiki struktur mental)
e. Ada 3tahapperubahan
1.
Berfikir Intuitif umur 4 tahun
2.
Beroperasi secara kongkrit umur 7 tahun
.3.Beroperasi
secara formal 11 tahun
4.
Teori dari R. Gagne
Terhadap
masalah belajar gagne memberikan dua definisi, yaitu:
1.
Belajar adalah suatu proses untuk
memperoleh motivasi dalam pengetahuan, kebiasaan, dan tingkah laku
2.
Belajar adalah pengusaan pengetahuan
atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi
Kesanggupan
untuk menggunakan bahasa ini penting artinya untuk belajar. Tugas pertama yang
dilakaukan anak ialah meneruskan sosialisasi dengan anak lain, atau orang
dewasa, tanpa pertentangan bahwa untuk membantu memenuhi kebutuhan.
Tugas
kedua belajar menggunakan simbsol-simbol yang menyatakan keadaan sekelingnya,
seperti gambar, hurup, angka, diagram dan lain-lain. Gagne mengatakan bahwa
segala sesuatu yang dipelajari oleh manusia dapat dibagi 5 kategori
1.
Keterampilan motorik ( motor skill )
Dalam
hal ini perlu adanya koordinasi dari berbagai gerakan badan misalnya melempar
bola, main tenis, mengemudi mobil, mengetik hurup.
2
. Informasi verbal
Orang
dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar, dalam hal
dapat dimengeri bahwa untuk mengatakan sesuatu perlu intelegensi
3.
Kemempuan intelektual
Manusia
mengadakan interaksi dengan dunia luar dengan menggunakan simbol-simbol.
Kemampuan belajar inilah yang disebut kemamapuan intelektual
4.
Stretegi kognitif
Ini
merupakan organesasi keterampilan yang internal yang perlu untuk belajar
mengingat dan berpikir. Kemampuan ini berbeda dengan kemampuan intelektual, karena ditunjukan ke dunia luar, dan tidak
dapat dipelajari hanya dengan berbuat satu kali serta memerlukan
perbaikan-perbaikan secara terus menerus
5.
Sikap
Kemampuan
ini dapat dipelajari dengan ulangan -ulangan, tidak tergantung atau pengaruhui oleh
hubungan verbal seperti halnya domain yang lain.Sikap ini penting dalam proses
belajar, tanpa kemampuan ini belajar tak berhasil dengan baik
6.
Purposeful Learning
Purposeful
Learning adalah belajar yang dilakukan dengan sadar untuk mencapai tujuan dan yang
a.
Dilakukan siswa sendiri tanpa perintah
atau bimbingan oeang lain
b.
Dilakaukansiswa dengan bimbingan orang
lain didalam situasi belajar mengajar disekolah
7.
Belajar dengan jalan mengamati dan meniru
Menurut
bandura dan walters, tingkah laku baru dikuasai atau dipelari mula-mula dengan
mengamati dan meniru suatu model atau contoh
a.
Model yang ditiru
Model
yang diamati dan ditiru siswa dapat digolongkan menjadi:
-
Kehidupan yang nyata
Misalnya
orang tua dirumah, guru disekolah, dan orang lain dalam masyarakat
-
Simbolik
Termasuk
dalam golongan ini adalah model yang dipersentasikan secara lisan, tertulis
atau dalam bentuk gambar.
-
Representasional
Termasuk
dalam golongan ini adalah model yang dipersentasikan dengan menggunakan
alat-alat audiovisual, terutama televisi dan video
b.
Pengaruh meniru
Menurut
badura dan walters, penguasaan tingkah laku atau respon baru, pertama-tama
adalah hasil dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam waktu yang bersama
yang diamati. Kuat dan lemahnya response itu tergantung pada penguatan. Menurut
teori ini, yang penting adalah bagaimanaresponse ini mula-mula dipelajari.
c.
Beberapa faktor yang mempangaruhi
peniruan
1.
Konsekuensi dari response yang
dilakakukan
2.
Sifat-sifat siswa
- Siswa yang suka meniru biasanya adalah yang
- Mempunyai rasa kurang harga diri
- Kurang kemampuan
-
Mereka mempunyai sifat-sifat yang sama seperti dalam model, berada dalam
suasana perasaan tertentu karena tekanan dari luar atau karena obat
3. Melupakan respon yang ditiru
Bandura
dan walters lebih tertarik perhatiannya pada peniadaan tingkah laku yang tak
baik daripada memperlemeh tingkahlaku yang baik. Beberapa cara untuk meniadakan
response itu adalah:
a.
Tidak memberi hadiah atas suatu response
b.
Menghilangkan penguatan yang positif
c.
Menggunakan perangsang yang tidak
menyenangkan, misalnya hukuman
d.
Belajar berkondisi
5.
Penerapannya disekolah
a.Tingkah
laku sosial dapat dipelajari dengan jalan mengamati dan meniru
b.
Tingkahlaku psikomotor dapat dipelajari dengan jalan mengamati dan meniru
c.Perkembangan
keterampilan vokal, misalnya menyanyi, berbicara
8.
Belajar yang bermakna
Ada dua demensi dalam tife-tife belajar
- Dimensi meniru
- Dimensi menghapal
2.3. Dampak keberagaman teori belajar terhadap
faktor kognitif, apektif
3.1 Faktor Kognitif
1) Persepsi
Proses yang menyangkut masuknya pesan
atau informasi kedalam otak manusia. Persepsi dasar tetang persepsi yang perlu
diketahui seorang guru dapat mengetahui siswanya secara bebas baik dengan
menjadi komunikator yang efektif.
a. Persepsi
itu relatif bukan absolut
Manusia bukanlah instrumen ilmiah yang mampu
menyerap segala sesuatu keadanya . Berdasakan kenyataan bahwa persepsi itu
relatif, seorang guru dapat meramalkan dengan lebih baik peraepsi dari
siswanya, lebih dahulu persepsi yang telah mulai dari siswa dari pelajaran sebelumnya.
b. Persepsi
ituselektif
Berarti bahwa rangsangan seseorang menerima
rangsangan terbatas
c. Persepsi
itu mempunyai tatanan
Orang menerima rangsangan itu tidak semua orang ia
akan menerimanya dalam bentuk hubungan atau kelompok
d. Persepsi
dipengaruhi oleh harapan dan kesiapan ( penerima rangsangan ). Harapan dan
kesiapan pesan tersebut akan dipresentasikan
e. Persepsi
seseorang atau kelompok dapat jauh berbeda dengan persepsi orang atau kelompok
lain sekaligus situasinya sama
2) Perhatian
Perhatian adalah kegiatan yang dilakaukan seseorang
dalam hubungannya dalam pemilihan rangsangan yang diatas dari lingkungannya.
Beberapa prinsip penting yang berkaitan dengan
perhatian
a.
Perhatian yang baru, hal yang berlawanan
dengan pengalaman yang baru, deperoleh dengaan pengalaman yang didapat selama
hidupnya
b.
Perhatian seseorang tetapi dan tetap
berada dan diarahakan atau tertuju pada halyang dirumit,selama komunitas
tersebut tidak melampui bebas kemampuan orang lain
3) Mendengarkan
Hampir
separo dari waktu siswa berada di sekolah dipergunakan untuk mendengarkan.
Seorang guru harus dapat mengajarkan kebiasaan dengan mendengarkan dengan baik,
diantaranya:
1.
Memusatkan semua kekuatan fisik dan
mental untuk mendengar
2.
Menahan diri untuk tidak menyela
pembicaraan
3.
Menunjukan minat dan kesiapa
4.
Mencari bidang yang bersama dengan
pembicaraa
5.
Mencari arti dan menghindari diri
terpancing pada kata-kata tertentu
6.
Tunjukan kesabaran, karena mendengar
lebih cepat dari berbicara
7.
Menahan diri untuk memberikan tanggapan
emosional terhadap hal yang dibicarakan
8.
Bertanya kalau tidak mengerti
9.
Tidak membuat penilaian sebelum
pembicaraan selesai menyajikan uraiannya dan kita mengeri materi yang
dibicarakan
10.
Berikan umpan balik yang jelas tidak
meragukan pembicaraan
4) Ingatan
Ingatan
adalah penarikan kembali informasi yang pernah diperoleh sebelumnya. Informasi
yang ditiru dapat disimpan untuk:
-
Beberapa saat saja
-
Beberapa waktu
-
Jangka waktu yang tidak terbatas
5) Kesiapan
Pengertian
kesiapan adapah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk
memberikan respon atau jawaban dengan cara tertentu terhdap situasi. Kondisi
mencakup setidaknya 3 aspek:
-
Kondisi fisik, mental, dan emosi
-
Kebutuhan motif dan tujuan
-
Keterampilan, pengetahuandan pengertian
yng lain yang dipeljari
6) Struktur
kognif
Pengertian
struktur kognitif merupkan substasi serta sifat organesasi konsep-konsep serta
hal yang kurang relevan . Didalam struktur kognitif yang mempengaruhi belajar
dan pengingat unit kecil mata pelajaran baru yang berhubungan.
7) Intelegensi
Vernon
(1960) Intelegensi kemampuan untuk melihat hubungan yang relevan dari objek,
gagasan, serta kemampuan untuknmenerapkan hubungan ini kedalam situasi baru
yang serupa. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan intelektual:
-
Keturunan
-
Latarbelakang
-
Kondisi fisik
-
Iklim emosi
8) Kreatifitas
Kreativitas
adalah hasil belajar dari kecakapan kognitif sehingga untuk meunnjadi kreatif
dapat dipelajari melalaui proses belajar mengajar menurut Sund ciri manusia kreativ:
-
Hasrat dan keinginan yang cukup besar
-
Bersikap terbuka terhadap pengalaman
yang baru
-
Panjang akal
-
Keinginan untuk menemukan dan meneliti
-
Cendrung lebih menyukai tugas yang besar
dan sulit
-
Cendrung mencari jalan yang luas dan
memuaskan
-
Kreatif dalam melaksanakan tugas
-
Berfikir fleksibel
-
Menanggapi pertanyaan yang ditujukan
serta cendrung memberikan jawaban yang lebih banyak
3.2 Mempengaruhi krakteristik apektif siswa
1. Motivasi kebutuhan
Kebutuhan memotivasi tingkahlaku dibagi
oleh moslow dalam 7 kategori
a. Fsikologi
Kebutuhan manusia yang paling dasar, meliputi
kebutuhan akan makan, pakaian,, tempat berlindung, yang penting untuk
mempertahankan diri.
b. Rasa
aman
Kebutuhan kepastian keadaan dan lingkungan yang
dapat diramalkan, ketidakpastian, ketidak adilan, keterencanaan, akan
menimbulkan kecemasan dan ketakutan pada diri individu
c. Rasa
cinta
Merupakan kebutuhan afeksi dan pertalian orang lain
d. Penghargaan
Kebutuhan rasa berguna, penting, dihargai, dikagumi,
dihormati oleh orang lain, secara tidak langsung merupakan kebutuhan perhatian,
ketenarn, status, martabad dan lain-lain
e. Aktualisasi
Kebutuhan manusia untuk mengembangkan diri
sepenuhnya, merealisasikan potensi yang dimiliki
f. Mengetahui
dan mengerti
Kebutuhan manusia untuk memuaskan rasa ingin tahunya
untuk mendapatkan keterangan untuk mengerti sesuatu
2.
Membangkitkan motivasi belajar
Dececco dan Grauford menunjukan 4 fungsi
pengajaran:
a. Menggairahkan
siswa
Pengajaran harus beusaha menghindari hal-hal monoton
dan membosankan
b. Memberikan
harapan realistis
Guru harus memelihara harapan yang realistis, dan
memodifikasi harapan yang kurang atau tidak realistis
c. Memberikan
insentif
Bila siswa mengalami keberhasilan, pengajaran
diharapkan memberikan hadiah pada siswa atas keberhasilannya, sehingga siswa
terdorong untuk melakukan lebih lanjut
d. Mengarahkan
Gage (1979) Menyarankan beberapa cara memotivasi
siswa:
-
Penggunaan pujian verbal
-
Penggunaaan tes dalam nilai secara
bijaksana
-
Bangkitkan rasa ingin tahu siswa
-
Perhatian
-
Merangsang hasrat siswa
-
Pergunakan materi-materi yang sudah
dikenal
-
Terapkan konsep-konsep
-
Penguatan kepada siswa
-
Pergunakan simulus dan permainan
-
Perkecil daya sistem motivasi yang
bertentangan
-
Perkecil konsekwensi yang tidak
menyenangkan
-
Memahami dan mengawasi suasana sosial
-
Memahami kekuasaan hubungan guru dengan
siswa
3.
Minat
Minat
adalah Suatu rasa lebih suka dan rasa keterkaitan pada suatu hal dan aktivitas
tanpa ada yang menyuruh
4.
Konsep diri dan aspirasi
Konsep diri adalah persepsi keseluruhan yang
dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri
5.
Kecemasan
Rasa
cemas besar pengaruh pada tingkah laku siswa. Sarason membuktikan bahwa tingkat
kecemasa yang tinggi tidak berprestasi dibandingkan dengan tingkat kecemasan
siswa rendah
6.
Sikap
Faktor
lain yang mempangruhi siswa adalah sikap. Sikap merupakan suatu yang
dipelajari, dan menetukan bagaimana
individu itu berkreasi terhadap sit
BAB III
KESIMPILAN
3.1
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka penulis
dapat menyimpulkan
1. Belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan oleh sesama untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru
secara keseluruhan, sehingga hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya.
2. Teori
belajar
a.
Teori Gestalt
b.
Teori J.Bruner
c.
Teori Piaget
d.
Teori R. Gagne
3. Dampak
keragaman teori belajar
a.
Kognitif
-
Persepsi
-
Perhatian
-
Mendengarkan
-
Ingatan
-
Kesiapan
-
Struktur kognitif
-
Itelegensi
-
Kreatifitas
b.
Afektif
-
Motivasi kebutuhan
-
Membangkitkan motivasi belajar
-
Minat
-
Kesiapan diri dan aspirasi
-
Kecemasan
-
Sikap
DAFTAR PUSTAKA
1.
Ratna wilis dahar. 2011. Teori-teori belajar dan
pembelajaran. Jakarta : Erlangga
2.
Undang- undang
Nomor 22 tahun 2003 tentang
sistem pendidikan nasional
DAFTAR ISI
I.
PENDAHULUAN
1.1
Latarbelakang
Masalah.................................................................. 1
1.2
Rumusan
masalah.............................................................................1
II.
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
belajar.............................................................................2
2.2
Teori-teori
belajar..............................................................................4
2.3
Dampak keberagaman teori belajar terhadap
kognitif, afektif.........9
III.
KESIMPULAN
IV.
3.1. Kesimpulan......................................................................................15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar